ESONA Curug Cipareang di Kampung Lembur Situ, Desa Sindang Resmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, belum tergali optimal. Padahal keindahan salah satu obyek wisata di Kabupaten Sukabumi bagian selatan sungguh sangat menawan.
Dengan ketinggin 135 meter, lebar 80 meter, dan kemiringan hingga mencapai 45 derajat sangat menantang bila didatangi para wisatawan. Apalagi air terjun hingga mencapai delapan delapan tingkat air terjun satu ini cukup mempesona bagi para pengunjung yang datang kelokasi wisata.
“Dan yang paling penting titik lokasi air terjun sangat mudah didatangi. Karena lokasi tidak begitu jauh dari Kota Sukabumi. Apalagi dengan ongkos perjalanan relatif murah, sangat terjangku oleh siapapun,” kata salah seirang wisatawan lokal, Ikbal Bakar.
Hanya saja, kata Ikbal Bakar, obyek wisata air terjun masih belum memperoleh penataan secara optimal. Bila pemerintah daerah, melakukan penataan tidak menutupkemungkinan akan menjadi satu dari sekian obyek wisata alam yang menjadi prioritas di datangi wisatawan.
“Pemda harus segera melakukan penataan. Langkah tersebut setida-tidaknya tidak hanya dapat mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar. Tapi dapat memperoleh pendapatan,” katanya.
Pengelola Curug Cipareang, Andri mengatakan keberadaan obyek wisata tidak hanya menawarkan air terjun alami. Tapi keberadaanya, ditunjang dengan pepohonan yang rindang. Lokasi wisata alam bisa ditempuh perjalan dari Kota Sukabumi kurang dari 35 Km dengaa menggunakan berkendaraan roda dua empat akan disuguhi udara sejuk. “Wisata alam sangat cocok dikunjungi keluarga. Alamnya masih asri dengan pemandangan cukup menawan,” katanya.
Selain itu, kata Andri, lokasi berbukit-bukit dapat dimamfaatkan para pengguna kendaraan roda empat. Terdapat beberapa lintasi jalan tanah yang bisa dipergunakan pengendaraan untuk berpetualang.
Sebelum melintasi derasnya air Curug Pareang, pengemudi kendaraan motor gunung bisa memutar menembus pemukiman perkampungan dan pegunungan di wilayah Kecamatan Warungkiara.
“Bagi penggemar kendaraan roda dua atau trail, ada beberapa trek-trek yang menantang menuju obyek wisata curuh Cipareang,” katanya.
Hanya saja, kata Andri, karena masih belum tergali dan dilirik pemerintah untuk mendatangkan investor. Lintasan jalan menuju masuk ke lokasi area obyek wisata sulit ditempuh kendaraan. Para wisatawan yang menggunakan kendaraan roda empat terpaksa harus berjalan kaki menuju titik wisata sejauh 50 hingga 70 meter.
“Begitupun wisawan yang akan beristirahat hanya tersedia satu bale berukuran kecil. Termasuk minimnya sarana WC dan ruangan ganti pakaian,” katanya.
Sementara bagi pengendaraan kendaraan roda dua, kata Andri, bisa langsung membawa motornya sampai ke lokasi obyek wisata. Biaya masuk pengunjung perorang hanya ditarip kisaran Rp 3.000. Sedangkan pengguna kendaraan roda dua hanya dipungut uang retribusi kisaran Rp 4.000.
“Dan untuk mobil pengelola hanya meminta uang masuk Rp 10.000 hingga Rp 15.000/unit. Kami mengharapkan pemerintah daerah memperhatikan obyek wiasta Curug Pareang untuk meningkatkan daya wisata dan perekoniman warga disekitar kawasan wisata curug,” katanya. ***
Tulisan Terkait