Penanganan Jembatan Cisomang di kilometer 100+700 di ruas Tol Purbaleunyi secara permanen mundur dari target awal. Pekerjaan dan metode perbaikan yang dilakukan pada jembatan sepanjang 252 meter itu awalnya ditargetkan selesai pada pekan kedua Maret 2017, mundur menjadi akhir atau 31 Maret 2017.
Perkembangan perbaikan jembatan kini sudah masuk dengan pemasangan fondasi bore pile. Dari 59 titik yang akan dipasang, kini pemasangan sudah memasuki titik ke-3 dengan target sesuai analisis dan riset, yakni di kedalaman 50 meter. Fondasi bore pile guna memperkuat fondasi di pilar kedua (P2) yang bergeser hingga 57,02 sentimeter. Pun berfungsi sebagai solder pile untuk membantu meningkatkan stabilitas lereng. Bore pile merupakan jenis fondasi dalam berbentuk tabung, berfungsi meneruskan beban struktur bangunan di atasnya, dari permukaan tanah sampai lapisan tanah keras di bawahnya.
“Kami sudah memulai pekerjaan bore pile sejak tadi malam (Rabu malam,red). Sudah memasuki titik ke-3 dari 59 (titik) yang akan dipasang sesuai analisis dan riset di kedalaman 50 meter,” ucap Direktur Jembatan Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hedy Rahadian, saat ditemui “PR”, di lokasi perbaikan, Kampung Wadon, Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, pada Kamis 19 Januari 2017.
Monitoring terhadap posisi pilar juga tetap dilakukan menggunakan metode verticality dan arah XZY (3D Model). Serta monitoring pergerakan Jembatan Cisomang selama 24 jam menggunakan alat ukut otomatis Robotic Total Station (RTS) yang dapat mengukur pergerakan tanah hingga satuan milimeter.
“Kami monitoring dengan robotic (RTS,red), sejauh ini tren pergerakannya tidak berubah, gangguannya minimal. Masih di level sangat lambat, (pergeseran) berkisar di angka 57-58 sentimeter. Karena kan strukturnya bergerak, dinamis, bergantung temperatur dan sebagainya. Sangat lambat, belum mencapai angka 60 (sentimeter),” tuturnya.
Mitigasi resiko berupa skenario penutupan total pun sudah dipersiapkan, jika jembatan karena hal-hal tertentu sudah tak aman dilalui kendaraan. Penutupan total dilakukan, jika ada potensi pergerakan akibat gempa. Juga jika pergeseran di pilar kedua (P2) mencapai 70 sentimeter atau pilar nol (P0) lebih dari 25 sentimeter, maka akan dilakukan tindakan penutupan total.
“Sebab kami prediksikan jika ada gempa, struktur jembatan tidak akan kuat. Kami sudah ada skenarionya, berupa mitigasi resiko. Jasa Marga sudah menyiapkan membuka jalur darurat di Kilometer 99+400 Tol Cipularang,” ujarnya.
Beberapa kendala di lapangan pun membuat penyelesaian perbaikan yang ditargetkan selesai pada pekan kedua Maret 2017, mundur menjadi 31 Maret 3017. Mulai dari mobilisasi alat betat, hingga beberapa data yang perlu diklarifikasi yang membutuhkan waktu membuat target selesai menjadi akhir Maret 2017.
“Kendalanya bisa mundur dua pekan, karena kami butuh mobilisasi alat berat, kami juga harus mencari penyedia jasa. Ada tim desain, itu juga butuh waktu. ada beberapa data yang perlu kami klarifikasi. Sementara klarifikasi data menunggu hasil penyelidikan tanah, dan sebagainya,” ujar Hedy.
Evaluasi secara komprehensif dengan para pihak terkait juga akan terus dilakukan. Guna menghasilkan kesimpulan dan tahapan pembukaan akses Jembatan Cisomang bagi kendaraan.
“31 Maret itu kami harap struktur sudah diperkuat, lereng sudah ditingkatkan stabilitasnya. Setelahnya, kami evaluasi kembali, apa ini sudah bisa dibuka (akses Jembatan Cisomang). Jika target tercapai, dibukanya secaranya bertahap. Misalnya apa bus dulu yang boleh masuk atau truk engkel dulu. Sambil kami terus cek pergerakannya seperti apa,” tuturnya.
Grouting epoxy (injeksi beton) pun terus berlangsung. Grouting dilakukan dengan mengisi celah retakan pada struktur pilar menggunakan material khusus untuk mencegah retakan semakin lebar dan melindungi tulang pilar dari korosi. Begitu juga dengan wrapping (selimut fiber) menggunakan material Carbon Filter Rainforced Polymer (CFRP) untuk penguatan pilar.
“Akan kami evaluasi menyeluruh struktur atas dan bawah. Termasuk lereng sisi Bandung akan dievaluasi, untuk memastikan bahwa jembatan memenuhi standar kriteria desain yang ada,” katanya.
Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun akan mengundang para pemilik/pengelola jembatan khusus dan jembatan bentang panjang untuk mempresentasikan kondisi jembatannya.
“Bukan hanya jembatan khusus yang dikelola bina marga, oleh provinsi pun nanti akan diminta mempresentasikan kondisi jembatannya. Mereka akan diundang kira-kira pada 1-2 minggu ke depan,” ucap dia.***
Tulisan Terkait